Featured

Born To Be Wild

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menyaksikan pemutaran perdana film Born to be Wild di Teater Imax Keong Emas TMII Jakarta, Senin (20/2/2012) malam.

Dalam kesempatan itu hadir sejumlah menteri, antara lain Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal,
Presiden Orangutan Foundation International (OFI) Birute Mary Galdikas, serta CEO Sinar Mas Franky Oesman Widjaja dan Managing Director Sinar Mas yang juga Ketua Umum Eka Tjipta Foundation G. Sulistiyanto.

Film yang berdurasi sekira 45 menit ini merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Kehutanan, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Orangutan Foundation International (OFI), perusahaan sawit Sinar Mas dan Eka Tjipta Foundation (EFT) selaku sponsor.

Film Born to be Wild menceritakan tentang konservasi Orangutan yang dilakukan oleh seorang Profesor berkebangsaan Kanada, Birute Galdikas, yang mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian satwa langka yaitu Orangutan di Kalimantan selama 40 tahun. Selain bercerita Orangutan, film ini juga bercerita mengenai perlindungan dan konservasi Gajah di Ghana, Afrika.
Film yang diproduksi Warner Bros dan IMAX Filmed Entertainment mengambil tempat di Kalimantan dan Kenya. Narasi film dibuat oleh Morgan Freeman dan film ini tengah diputar di 48 negara di dunia.

Dengan diluncurkanya film ini, Direktur Sinar Mas, Sulistiyanto berharap masyarakat akan semakin memahami pelestarian hewan langka dan terinspirasi juga untuk terlibat dalam upaya pelestarian tersebut.

Presiden SBY mengaku terharu usai menyaksikan penayangan film tersebut. “Bagus sekali, menyentuh, mudah-mudahan yang nonton tergerak dan kita bisa menjaga kelestariannya (orangutan),” ujar Presiden kepada wartawan.

Photos on flickr

Twitter

Facebook