Berita

Minyak Sawit Merah Sebagai Sumber Vitamin A

Bogor, 17 Maret 2010.
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMART) melalui Eka Tjipta Foundation (ETF) meresmikan kerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (Fateta IPB) dalam pemanfaatan provitamin A minyak sawit merah guna memenuhi kebutuhan vitamin masyarakat. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan di Ruang Sidang Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor dengan melibatkan Ketua Umum ETF, G. Sulistiyanto, Direktur Utama PT SMART Tbk., Daud Dharsono bersama Dekan Fateta IPB, Dr. Ir. Sam Herodian dan perwakilan civitas academica IPB lainnya.

“Upaya kami mendorong peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat, satu diantaranya ditempuh dengan memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan pada sektor dimana perusahaan kami beroperasi. Karena membutuhkan kepakaran khusus, tidak semuanya dapat kami lakukan sendiri. Itu sebabnya kami bekerjasama dengan para peneliti IPB yang dipimpin Prof. Fransiska R. Zakaria dalam pemanfaatan Provitamin A minyak sawit merah,“ ujar Sulistiyanto.

Minyak sawit merah memiliki kandungan provitamin A yang sangat tinggi namun selama ini belum dioptimalisasi.

Menurut penelitian Fateta IPB, sawit adalah penghasil karotenoid tertinggi di dunia. Karotenoid yang tercampur dalam minyak sawit menyebabkan provitamin A sangat mudah diserap tubuh dan diubah menjadi vitamin A dengan potensi konversi mencapai sebesar 98%. Potensi ini menjadikan minyak sawit merah sebagai sumber vitamin A yang jauh lebih murah dibandingkan sumber vitamin A lainnya.

Melalui proyek “Pemanfaatan Provitamin A Minyak Sawit untuk Mengatasi Kekurangan Vitamin A di Masyarakat Indonesia“ yang juga dikenal sebagai “Proyek SawitA“, para peneliti Fateta IPB menemukan metode pengolahan minyak sawit merah tanpa merusak kandungan provitamin A yang ada didalamnya, termasuk mengembangkannya menjadi beraneka produk turunan yang mudah dikonsumsi. Kajian yang ada menunjukkan pendekatan ini lebih efektif dan ekonomis dalam memenuhi kebutuhan vitamin A bagi masyarakat luas. Terlebih lagi Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar dunia.

“Masyarakat dengan gizi yang berkecukupan adalah aset bangsa dan ini sejalan dengan pencapaian target Millenium Development Goal bangsa kita. Kami berkepentingan untuk berkontribusi, termasuk melalui penelitian dan pengembangan pada sektor perkebunan sawit yang kami kelola,“ tambahnya. Kerjasama ini juga meliputi kegiatan sosialisasi, ujicoba, pemantauan berikut analisis penggunaan produk berbasis minyak sawit merah – seperti minyak makan SawitA Gurih, minyak sawit murni dalam kemasan SawitA Tumis, emulsi manis (gula dengan olein merah) SawitA Manis (emulsi gula dengan olein merah) dan kapsul lunak – kepada 2.500 orang responden yang tersebar di Kabupaten Bogor dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. “Menjadikan kerjasama ini sebagai bagian dari program corporate social responsibility PT SMART Tbk., juga selaras dengan falsafah kami yang menyeimbangkan aspek sosial kemasyarakatan, kelestarian lingkungan serta aspek ekonomi,” tutupnya.

Photos on flickr

Twitter

Facebook